Beranda > Fenomena Ulat Bulu, Hama Ulat Bulu, Ilmu, Ulat Bulu, Wabah Ulat Bulu, Wawasan > Fenomena dan Faktor Penyebab Wabah Ulat Bulu

Fenomena dan Faktor Penyebab Wabah Ulat Bulu

Serangan ulat bulu yang terjadi di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (04/04) kemarin, semakin meluas. Bahkan setelah mewabah di Kabupaten, sekarang merambah ke kawasan perkotaan.

Ulat bulu tersebut jenis dasi sira. Ulat pemakan daun pohon mangga menyerang setidaknya 60.000 ribu hektare lahan pertanian mangga. Itu sekitar 8.500 pohon mangga di kabupaten.

Menurut Kepala Laboratorium Hama, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Dr Ir Totok Himawan, serangan ini diakibatkan oleh rusaknya ekosistem alam yang mengakibatkan populasi serangga tidak seimbang.

Selain itu, anomali cuaca yang tidak menentu. Hujan yang terus menerus terjadi di sejumlah kawasan mengakibatkan musuh alami ulat yakni sejenis predator bernama “Braconid” dan “Apanteles” tidak mampu bertahan hidup.

Jadi, secara otomatis jumlah ulat akan semakin banyak. Apalagi ulat sekali melahirkan bisa mencapai ratusan ulat.

Dalam proses sirkulasi kehidupan ulat, tambahnya, saat menjadi telur, musuh alami ulat tersebut selalu memberikan parasit pada telur ulat, sehingga dari ribuan telur, hanya beberapa telur saja yang lolos dari parasit dan bisa menjadi ulat.

Selain itu, tambahnya, semakin cepat berkembangnya ulat ini disebabkan oleh pemakaian pestisida secara berlebihan oleh petani, hal ini bisa mengakibatkan terganggunya sirkulasi salah satu kehidupan, termasuk musuh alami ulat tersebut.

“Tapi masyarakat jangna khawatir, ulat tersebut bukan termasuk ulat yang gatal,” jelasnya.

Mengenai abu bromo yang katanya masyarakat juga menyebabkan terjadinya hujan ulat tersebut, Totok mengatakan bahwa itu hanyalah kemungkinan kecil saja. ” abu Bromo yang hanya terjadi sebentar tidak mungkin mengganggu kehidupan musuh alami itu,” katanya.

Untuk mengantisipasi serangan ulat bulu ini, salah satunya dilakukan dengan cara menyebar burung pemangsa ulat.

Tujuang pelepasan burung predator pemangsa ulat ini untuk menghambat perkembangan populasi ulat bulu yang akhir-akhir ini menyerang di delapan kecamatan di wilayah Probolinggo.

Jum’at, (08/04/2011) Mewabahnya hama ulat bulu (desiciria inclusa) di jawa timur yang diawali dari kabupaten Probolinngo. Hal ini di sebabkan, karena kabupaten ini sebagai penghasil buah mangga terbesar di jawa timur dan pohon mangga merupakan sasaran empuk hama ulat bulu ini. Tak ayal hampir seluruh pohon mangga di kabupaten probolinggo rusak setelah di serang hama ulat tersebut.

Setelah menyerang probolinggo, hama ulat tersebut menjalar hingga kabupaten banyuwangi. di banyuwangi sendiri sudah 3 kecamatan yang di temukan adanya serangan ulat bulu. 3 kecamatan tersebut yaitu wongsorejo, kalipuro, dan kecamatan  banyuwangi

Meledaknya populasi ulat bulu ini di sebabkan oleh 2 faktor alam, yang menjadikan hama ini bisa tumbuh subur . faktor pertama adalah kondisi cuaca saat pancaroba yang terlalu lama, dan menjadi factor pendukung menetasnya telur  ulat bulu. Factor yang kedua yaitu, berkurangnya predator ulat bulu seperti semut rangrang dan burung pemakan ulat.

Selain penyemprotan dengan disinfectan atau obat pembasmi hama. Masyarakat juga bisa menghambat penyebaran hama ulat bulu, dengan melepaskan burung pemakan ulat untuk memangsa hama ulat bulu tersebut. Dan penyebaran semut rangrang untuk memangsa ulat bulu ataupun telur ulat bulu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: